Binjai – Pramono Bakal Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI akan menambah alokasi program Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) untuk mahasiswa jenjang S1, S2, dan S3.
Selain menambah jumlah penerima, Pramono juga menyatakan perluasan cakupan beasiswa kepada mahasiswa jenjang pendidikan hingga S3 di seluruh universitas, tanpa terbatas hanya kampus terakreditasi tertentu.
Dalam penjelasannya sebelumnya, Pramono menyebut bahwa beasiswa KJMU sebelumnya hanya berlaku untuk mahasiswa S1, dan khusus untuk universitas dengan akreditasi A—kondisi yang ini
Pramono menegaskan bahwa niat memperluas KJMU hingga jenjang doktoral adalah bagian dari upaya “memutus garis ketidakberuntungan” bagi mahasiswa berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Baca Juga : Puan soal Bambang Pacul Dicopot Ketua DPD PDIP Jateng: Urusan Partai
Ia menyampaikan bahwa dengan menempuh pendidikan hingga tingkat doktor, peluang karier dan kehidupan lebih baik terbuka lebih luas.
Ketentuan minimal IPK adalah 3,0 untuk jurusan sosial dan 2,75 untuk jurusan eksakta. Mahasiswa yang memenuhi syarat akan mendapatkan beasiswa hingga selesai kuliah
Mahasiswa hanya perlu mendaftar sekali, dan tidak lagi harus memperbarui setiap semester
Pemprov DKI menargetkan jumlah penerima KJMU akan meningkat signifikan: mencapai 20.000 mahasiswa pada 2026, naik dari sekitar 15.000 pada 2025.
Pada 2025, realisasi kuota KJMU juga mengantisipasi peningkatan penerima melalui pemulihan kuota dari pemangkasan sebelumnya
Pemangkasan penerima KJMU pada 2024 berdampak negatif terhadap ribuan mahasiswa, dan kini Pemprov berusaha mengembalikan kuota tersebut secara proporsional.
Strategi ini menunjukkan komitmen tinggi Pemerintah DKI terhadap pemerataan akses pendidikan tinggi melalui pemberian beasiswa.
Pramono juga menyinggung bahwa kerja sama dengan Universitas Brawijaya yang kini membuka kampus di Jakarta, akan memperluas pilihan penerima KJMU untuk menempuh kuliah tanpa harus meninggalkan kota.anggap sebagai strategi efektif memperkuat ekosistem pendidikan tinggi di ibukota sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap beasiswa.
Dengan demikian, beasiswa KJMU tidak hanya memperhitungkan jenjang pendidikan, tetapi juga relokasi dan aksesibilitas universitas bagi penerima.





