Binjai – PNS di Binjai Kasus dugaan pelecehan seksual kembali mencuat, kali ini melibatkan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kota Binjai, Sumatera Utara.
Pelaku diduga melakukan pelecehan terhadap seorang siswi SMK yang tengah menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) di kantor BPKPAD Binjai.
Dugaan pelecehan ini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat dan dunia pendidikan setempat.
Kasus tersebut pertama kali terungkap setelah korban menceritakan kejadian yang dialaminya kepada guru pembimbing di sekolah.
Menurut pengakuan korban, pelecehan terjadi lebih dari satu kali selama ia menjalani program PKL di kantor tersebut.
Pihak sekolah langsung merespons dengan menarik siswi tersebut dari lokasi magang dan melakukan pendampingan psikologis
Baca Jgua : Kereta Cepat Whoosh Kini Dikendalikan Masinis Lokal
Tidak hanya itu, sekolah juga melaporkan kasus ini kepada Dinas Pendidikan dan kepolisian setempat.
Dugaan tindakan pelecehan dilakukan oleh seorang PNS yang bekerja di bagian administrasi kantor tersebut.
Korban mengaku sempat merasa takut dan tertekan untuk melaporkan kejadian tersebut lebih awal.
Namun dengan dukungan orang tua dan pihak sekolah, korban akhirnya berani bersuara.
Polres Binjai menyatakan telah menerima laporan resmi terkait dugaan pelecehan ini dan tengah melakukan penyelidikan.
Beberapa saksi telah dimintai keterangan, termasuk teman-teman korban dan pegawai kantor yang berada di lokasi.
Pihak keluarga korban berharap agar kasus ini diproses secara hukum dan pelaku ini
Di sisi lain, pihak BPKPAD Binjai membenarkan bahwa siswi tersebut menjalani PKL di instansi mereka.
Kepala BPKPAD menyatakan siap bekerja sama penuh dengan pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini.
Kasus ini menambah deretan peristiwa pelecehan yang terjadi di lingkungan kerja, khususnya terhadap pelajar magang.
Banyak pihak mengecam keras kejadian ini dan mendesak pemerintah daerah untuk meningkatkan perlindungan terhadap peserta PKL.
Aktivis perlindungan anak dan perempuan menilai bahwa regulasi pengawasan di tempat magang masih sangat lemah.
Mereka menuntut adanya protokol perlindungan khusus bagi siswa-siswi yang melakukan praktik kerja lapangan.





