Binjai – Petugas SPBU Suasana di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan Raya Camplong, Kabupaten Sampang, Madura, mendadak mencekam pada Rabu malam (30/10). Seorang petugas SPBU diserang oleh tiga pria tak dikenal yang membawa senjata tajam jenis celurit dan senjata api rakitan. Aksi brutal itu diduga dipicu oleh barcode pembelian BBM non-subsidi yang gagal terbaca sistem, sehingga membuat para pelaku emosi dan menyerang korban.
Kejadian ini terjadi sekitar pukul 21.00 WIB. Menurut saksi mata, tiga orang pria datang menggunakan mobil berpelat luar Madura dan langsung menuju pompa pengisian.

Baca Juga : Perang Salib Livonia Pertempuran Panjang Antara Iman, Kekuasaan, dan Penaklukan di Baltik Utara
Salah satu dari mereka memberikan barcode MyPertamina kepada korban untuk dipindai.
Dia bilang, ‘Jangan main-main sama saya!’, lalu langsung menampar korban,” tutur Rizal (32), rekan kerja korban yang menyaksikan kejadian tersebut.
Suasana langsung memanas. Salah satu pelaku mengeluarkan celurit dari balik bajunya, sementara dua lainnya menodongkan senjata api rakitan ke arah korban dan pengunjung SPBU. Warga sekitar yang melihat kejadian itu langsung panik dan berlari menjauh.
Korban sempat berusaha menenangkan para pelaku dan menjelaskan bahwa gangguan sistem bukan kesalahannya. Namun, pelaku justru semakin beringas dan melukai korban di bagian lengan kiri menggunakan celurit. Setelah itu, mereka melarikan diri dengan mobilnya ke arah utara.
Kapolres Sampang, AKBP Arman Suryadi, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, pihaknya telah menerima laporan resmi dari manajemen SPBU dan saat ini sedang melakukan penyelidikan intensif untuk memburu para pelaku.
Mereka datang menggunakan mobil SUV hitam dan sempat memarkir kendaraannya tidak jauh dari dispenser bahan bakar.
Namun kami masih mendalami apakah ada motif lain, termasuk kemungkinan pelaku dalam pengaruh alkohol atau sedang emosi karena antrean panjang,” tambah AKBP Arman.
Korban, Ahmad Fauzi, saat ini menjalani perawatan di RSUD Sampang. Meski kondisinya sudah stabil, ia masih mengalami trauma berat atas peristiwa tersebut.
“Saya kaget dan takut sekali. Saya hanya menjalankan prosedur dari perusahaan.
Pihak Pertamina Patra Niaga Regional Jatim-Bali-Nusa Tenggara juga mengecam keras tindakan kekerasan terhadap petugas SPBU tersebut. Melalui pernyataan resmi, Area Manager Communication & CSR, Dewi Andayani, menyatakan bahwa perusahaan akan memberikan dukungan hukum penuh kepada korban serta memastikan keamanan di seluruh SPBU di wilayah Madura.





