jeritan binjai —Kereta Cepat Whoosh Kini Dikendalikan Masinis Lokal Deru kecepatan 350 km/jam dari kereta cepat Whoosh tak lagi hanya menjadi lambang kemajuan teknologi, tetapi kini juga menjadi simbol kemandirian sumber daya manusia Indonesia. Untuk pertama kalinya sejak diluncurkan pada akhir 2023, pengoperasian penuh Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau yang dikenal dengan nama Whoosh kini sepenuhnya dikendalikan oleh masinis lokal.

Baca Juga: Partai Lokal Juga Ada di Negara-negara Eropa, Asia, Afrika dan Amerika Latin
Langkah ini tidak hanya menandai keberhasilan program transfer teknologi dan pengetahuan dari China kepada Indonesia, tetapi juga memperlihatkan bagaimana Indonesia mulai berani mengambil alih kendali atas proyek-proyek strategis berteknologi tinggi.
Pengoperasian oleh masinis lokal mulai diberlakukan secara resmi sejak 1 September 2025, setelah lebih dari setahun proses pelatihan intensif, uji kompetensi, dan sertifikasi terhadap puluhan calon masinis Indonesia.
Dari Penumpang ke Pengemudi: Perjalanan Panjang SDM Indonesia
Direktur Utama PT KCIC, Dwiyana Slamet Riyadi, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari kerja keras yang tidak sebentar.
“Pelatihan masinis lokal untuk kereta cepat bukan hanya soal kemampuan mengemudi, tetapi juga pemahaman penuh atas sistem kontrol otomatis, protokol keselamatan, dan manajemen krisis. Mereka sudah melalui ribuan jam pelatihan, baik di dalam negeri maupun di Tiongkok,” ujarnya dalam konferensi pers di Depo Tegalluar, Bandung.
Cerita Masinis Pertama: Bangga dan Tegang
“Saya tidak pernah membayangkan bisa duduk di ruang kontrol kereta tercepat di Asia Tenggara. Waktu pertama kali menarik tuas throttle dan melihat kereta melaju di atas 300 km/jam, jujur saya merinding,” cerita Wahyu dengan mata berbinar.
Namun, ia juga mengaku bahwa tanggung jawabnya kini jauh lebih besar.
“Setiap detik sangat berarti. Tapi kami sudah sangat siap. Teknologi Whoosh sangat canggih, tapi tetap membutuhkan manusia yang andal di baliknya,” tambahnya.
Transfer Teknologi Bukan Mimpi
Pemerintah Indonesia sejak awal menekankan bahwa kerja sama proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung bukan sekadar membeli teknologi, melainkan juga membangun kapabilitas.
“Ini bukan hanya soal masinis. Kita juga punya teknisi, petugas sinyal, hingga instruktur pelatihan yang semuanya mulai diisi oleh SDM kita sendiri. Ini langkah penting menuju kedaulatan transportasi,” ujar Menhub saat meninjau operasional KCJB pekan ini.
Respon Penumpang: Lebih Percaya Diri
Beralihnya kendali ke masinis Indonesia juga mendapat respons positif dari penumpang. Banyak yang merasa bangga dan lebih percaya bahwa proyek ini benar-benar menjadi milik bangsa sendiri.
“Awalnya saya kira kereta ini hanya bisa dijalankan oleh orang asing karena teknologinya canggih. Tapi tahu bahwa yang bawa orang Indonesia bikin saya makin bangga naik Whoosh,” ujar Lestari (45), penumpang rute Halim–Padalarang.
Beberapa penumpang bahkan menyebut bahwa keberhasilan ini bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk menekuni bidang teknik transportasi dan perkeretaapian.
Langkah Selanjutnya: Siap Ekspansi ke Luar Jawa
Dengan semakin matangnya pengelolaan KCJB oleh tenaga lokal, pemerintah mulai mematangkan rencana ekspansi kereta cepat ke luar Jakarta-Bandung.
“Kalau kemarin kita belajar, sekarang kita memimpin. Masa depan transportasi cepat di Indonesia akan ditentukan oleh putra-putri bangsa sendiri,” ujar Jokowi saat kunjungan ke Stasiun Halim bulan lalu.
Kesimpulan: Lebih dari Sekadar Perjalanan Cepat
Kereta Cepat Whoosh bukan hanya soal mempersingkat waktu tempuh Jakarta–Bandung menjadi 45 menit.





