Binjai – Harga Ikan Pasar Kebun Lada, Binjai, Sumatera Utara, mengalami penurunan signifikan setelah terjadinya banjir yang melanda beberapa daerah di sekitar pasar. Meskipun bencana alam tersebut menimbulkan dampak yang cukup besar, ada satu hal yang cukup mengejutkan: harga ikan justru mengalami penurunan, dan ini menarik perhatian banyak pembeli yang segera datang untuk membeli ikan dengan harga lebih murah.
Banjir yang terjadi pada awal Desember 2025 merendam beberapa daerah di Binjai, termasuk kawasan Pasar Kebun Lada yang merupakan salah satu pasar tradisional terbesar di kota ini. Selain merusak sejumlah fasilitas, banjir juga mempengaruhi pasokan bahan makanan, terutama ikan. Namun, di balik kesulitan yang ditimbulkan, ada fenomena unik yang terjadi: penurunan harga ikan yang menyebabkan para pembeli berdatangan dengan cepat.
1. Penyebab Penurunan Harga Ikan Pasca Banjir
Baca Juga : Anggota F-PKS DPR Potong Gaji untuk Bantu Korban Longsor-Banjir di Sumatera
Menurut pedagang ikan di Pasar Kebun Lada, penurunan harga ikan terjadi karena pasokan yang melimpah akibat banjir. Banyak ikan dari perairan sekitar, termasuk sungai dan danau, terbawa arus banjir dan masuk ke pasar. Akibatnya, pedagang ikan yang sebelumnya kekurangan pasokan, kini bisa mendapatkan ikan dengan jumlah yang lebih banyak. Meski harga perikanan yang dijual biasanya dipengaruhi oleh kualitas dan ukuran ikan, kali ini harga ikan menurun tajam.
“Setelah banjir, banyak ikan yang terbawa arus dan sampai ke pasar. Kami mendapat pasokan lebih banyak, dan karena itu harga ikan turun. Ini adalah kesempatan bagi pembeli untuk membeli dengan harga lebih murah,” ujar Ruslan, salah satu pedagang ikan di Pasar Kebun Lada.
Ruslan menjelaskan bahwa meskipun ikan yang datang ke pasar sebagian besar berasal dari daerah yang terdampak banjir, kualitasnya tetap terjaga. “Ikan-ikan ini masih segar, walaupun ada beberapa yang sedikit tercemar karena air banjir. Tapi kebanyakan ikan yang kami jual tetap dalam kondisi baik dan bisa dimasak,” tambahnya.
2. Jenis Ikan yang Harga Turunnya Paling Signifikan
Beberapa jenis ikan yang paling banyak dijual di pasar ini dan mengalami penurunan harga antara lain ikan lele, ikan nila, dan ikan patin. Ikan-ikan ini banyak ditemukan di perairan sekitar Binjai dan sekitarnya, sehingga banjir yang merendam daerah tersebut membawa dampak langsung pada ketersediaannya di pasar.
Harga ikan lele, yang biasanya dijual seharga Rp 35.000 per kilogram, kini turun menjadi Rp 25.000 per kilogram. Begitu pula dengan ikan nila, yang biasanya dijual Rp 40.000 per kilogram, kini dapat dibeli dengan harga Rp 30.000 per kilogram. Sementara itu, ikan patin yang semula dihargai Rp 50.000 per kilogram, kini hanya dijual seharga Rp 40.000 per kilogram.
Meskipun demikian, harga ikan dengan kualitas terbaik, seperti ikan gurame dan ikan koi, masih stabil dan tidak mengalami penurunan yang signifikan. Hal ini dikarenakan ikan-ikan tersebut tidak begitu banyak ditemukan di perairan yang terdampak banjir.
3. Pembeli Berebut Membeli Ikan Murah
Dengan penurunan harga yang cukup signifikan, para pembeli pun langsung berbondong-bondong datang ke Pasar Kebun Lada. Beberapa pembeli mengaku sangat senang dengan kesempatan ini karena mereka bisa mendapatkan ikan segar dengan harga yang jauh lebih terjangkau.
“Saya biasa beli ikan di pasar ini, tapi kali ini harganya lebih murah. Ini kesempatan langka karena ikan yang datang banyak dan masih segar. Kami jadi bisa membeli lebih banyak dengan anggaran yang lebih rendah,” kata Siti, salah seorang pembeli yang datang bersama keluarga.
Siti mengaku biasanya hanya bisa membeli satu atau dua kilogram ikan, tetapi kali ini dia membeli hingga lima kilogram untuk stok kebutuhan makan keluarganya. Pembeli lain, Ahmad, juga mengungkapkan hal yang serupa. “Harga ikan di sini murah sekali. Saya membeli ikan nila dan lele untuk keluarga besar. Ini bisa jadi persediaan seminggu,” ujarnya.
Namun, dengan melonjaknya jumlah pembeli yang datang, beberapa pedagang juga khawatir bahwa stok ikan mereka akan habis lebih cepat dari yang diharapkan. “Kami senang dengan banyaknya pembeli, tetapi kadang-kadang kesulitan untuk menjaga pasokan. Kami berharap bisa mendapatkan pasokan ikan lebih banyak lagi untuk memenuhi permintaan,” kata Ruslan.
4. Dampak Banjir terhadap Pasar dan Pedagang
Di balik fenomena penurunan harga ini, banjir yang melanda Binjai tentu memberi dampak cukup besar bagi pedagang pasar dan masyarakat. Sejumlah pedagang mengungkapkan bahwa mereka harus bekerja ekstra keras untuk memastikan barang dagangan tetap aman dan tidak rusak karena banjir.
“Pasar kami sempat terendam hingga sepinggang orang dewasa. Banyak pedagang yang harus memindahkan barang dagangannya untuk menghindari kerusakan. Kami juga perlu membersihkan pasar dan kios-kios yang terendam agar bisa beroperasi lagi,” ujar Jamilah, seorang pedagang sayuran di Pasar Kebun Lada.
Namun, meskipun menghadapi kerugian dan kesulitan pasca-banjir, banyak pedagang yang merasa terbantu dengan penurunan harga ikan yang terjadi, meskipun mereka juga berharap ada bantuan dari pemerintah untuk meringankan beban mereka akibat bencana ini.
5. Masyarakat Berharap Pemerintah Segera Tanggap
Banjir yang melanda Binjai memang menjadi masalah serius bagi masyarakat, terutama di kawasan yang dilintasi aliran sungai besar.
Selain itu, beberapa warga juga berharap agar penurunan harga ikan ini tidak berlanjut terlalu lama. Meskipun murah, harga yang terlalu rendah bisa membuat beberapa pedagang kesulitan bertahan dalam jangka panjang. “Kami ingin harga yang wajar, karena meskipun murah sekarang, kami khawatir pasar akan kekurangan stok jika harga ikan terlalu rendah,” ujar seorang pembeli yang khawatir dengan kelanjutan pasokan ikan di pasar.
6. Kesimpulan: Penurunan Harga yang Memberi Keuntungan Sementara
