, , ,

Halte di Jalan Putri Hijau Medan Lapuk-Berkarat, Warga: Nggak Bisa Berteduh

oleh -835 Dilihat

Binjai – Halte di Jalan Putri Kondisi halte di Jalan Putri Hijau, Kota Medan, kembali menjadi sorotan setelah sejumlah warga mengeluhkan bangunan halte yang tampak lapuk, berkarat, dan tidak layak digunakan. Bangunan yang seharusnya menjadi tempat berteduh bagi penumpang bus itu kini justru menjadi pemandangan yang memprihatinkan.

Pantauan warga, atap halte sudah banyak yang rusak, rangka besi berubah warna karena karat, dan beberapa bagian dudukan bahkan mulai patah. Akibatnya, penumpang yang menunggu transportasi umum terpaksa berdiri di pinggir jalan tanpa perlindungan dari panas maupun hujan.


Tak Lagi Berfungsi sebagai Tempat Berteduh

Halte di Jalan Putri
Halte di Jalan Putri

Baca Juga :  Teken Kontrak Baru hingga 2028 di Persija, Rizky Ridho Tetap Didukung Abroad

Meski lokasinya berada di salah satu ruas jalan yang cukup ramai, halte tersebut kini tidak lagi memenuhi fungsi utamanya. Sejumlah warga yang sehari-hari lewat di kawasan itu mengatakan kondisi halte sudah lama tidak diperbaiki.

“Kalau hujan deras, ya basah juga. Mau berteduh di situ malah nggak aman. Banyak besi yang udah karatan dan takut roboh,” ujar seorang warga yang bekerja di sekitar Jalan Putri Hijau.

Sementara itu, beberapa pelajar dan pekerja yang sering menunggu angkutan umum mengaku lebih memilih menunggu di bawah pohon atau ruko terdekat karena kondisi halte yang tidak nyaman.


Bangunan Mulai Keropos dan Membahayakan

Kerusakan terlihat tidak hanya pada bagian atap, tetapi juga struktur rangka. Besi penyangga yang sudah lama tidak dicat ulang kini tampak keropos. Beberapa bagian plafon yang dulu menutupi area tunggu juga sudah hilang, diduga jatuh karena dimakan usia.

Beberapa warga khawatir bangunan tersebut dapat roboh sewaktu-waktu dan membahayakan pengguna jalan. “Sudah banyak bagian yang rapuh, apalagi kalau angin kencang. Takutnya rubuh, bahaya buat orang yang lewat,” kata seorang pedagang di dekat lokasi.


Keluhan Warga: Infrastruktur Kecil Tapi Vital

Keluhan warga bukan tanpa alasan. Halte merupakan fasilitas penting bagi masyarakat yang mengandalkan angkutan umum. Selain berfungsi sebagai tempat tunggu, halte yang layak juga memberikan rasa aman dan nyaman, terutama bagi pelajar, lansia, dan pekerja.

Namun di Medan, sejumlah halte memang diketahui mengalami kerusakan. Warga berharap pemerintah kota lebih memperhatikan fasilitas publik skala kecil yang langsung digunakan masyarakat sehari-hari.

“Jangan nunggu rusak parah dulu baru diperbaiki. Halte ini dipakai banyak orang. Kalau rusak begini, fungsinya hilang,” ujar seorang pengguna bus.


Pemerintah Diminta Turun Tangan

Melihat kondisi tersebut, warga meminta Pemerintah Kota Medan dan dinas terkait segera melakukan perbaikan. Menurut mereka, perbaikan halte tidak membutuhkan anggaran sebesar proyek infrastruktur besar, namun manfaatnya sangat langsung terasa oleh masyarakat.

Selain memperbaiki fisik bangunan, warga berharap halte-halte di Medan lebih modern dan nyaman, dengan tempat duduk yang kuat, atap kedap air, serta pencahayaan yang cukup.

“Medan ini kota besar. Malu kalau fasilitas publiknya kelihatan kumuh begini,” keluh seorang pengemudi angkot yang sering lewat rute tersebut.


Menunggu Tindakan Nyata

Hingga kini, belum ada informasi resmi dari dinas perhubungan terkait rencana perbaikan halte di Jalan Putri Hijau. Warga berharap keluhan ini bisa sampai ke pemerintah agar tindakan perbaikan segera dilakukan sebelum bangunan semakin rusak dan membahayakan.

Sambil menunggu perhatian dari pemerintah, warga tetap menggunakan halte itu dengan penuh kehati-hatian, meski sebagian besar memilih menunggu kendaraan di luar jalur halte karena kondisi yang tidak lagi layak dipakai.

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.